Esti Destikarani

I am an Architect

Esti Destikarani

Only a place for express all thoughts into a set of indefinite letters. Hoping to be useful, but being self complacent is very meaningful for me. Thank you, to spend a few minutes just to open this site. Hopefully there's no regret and keep the "kepo" grows to read more articles or sharing stories that I've posted. Its an honor for me if you leave a trail by commenting below the posts. Happy reading and enjoy, Esti.

  • Bandung City
  • +62853-1455-5953
  • edestikarani@gmail.com
  • www.wap-jett.blogspot.co.id
Me

My Professional Skills

I am very good at making dreams but still not ready to wake up and achieve everything I have dreamed of. My time is always used to think about everything. Deeply imagining something satisfying. Because I think everything starts as a dream, but unfortunately its requires ACTION to become true.

AutoCad 80%
SketchUp 90%
Vray for Sketchup 80%
Adobe Illustrator 85%
Adobe Photoshop 85%
Corel Draw 90%
Microsoft Office 90%

Tentang Arsitektur

Kesoktahuan diri ini yang hanya ingin bercakap-cakap tentang arsitektur walaupun ilmunya belum ada apa-apanya. Sharing aja gimanah?

Tentang Travelling

Ah, ini sih cuman konten jalan-jalan biasa. Doain ya, semoga bisa "travelling beneran". Pasti di post deh :)

Curhat Session

Blog ini isinya 1% ilmu, 99% curhat. Jadi buat apa kalian datang haha. Gak deng bercanda. Terimakasih telah berkunjung, luv luv :*

Tentang Portofolio

Berusaha menjadi wanita yang produktif. Cobalah lihat keproduktifan diri ini. Semoga menghibur :')

Hanya Cerita Lampau

Bangsa yang hebat adalah bangsa yang tidak meninggalkan sejarahnya. Begitupun kita sebagai manusia. Apadah wkwk

Artikel Bermanfaat

Nah yang ini semoga beneran bermanfaat ya.

0
Proyek Desain
0
design award
0
facebook like
0
current projects
  • I see you, beside me
    It's only a dream
    A vision of what used to be
    The laughter, the sorrow
    Pictures in time
    Fading to memories
    How could I ever let you go
    Is it too late to let you know
    I tried to run from your side
    But each place I hide
    It only reminds me of you
    When I turn out all the lights
    Even the night
    It only reminds me of you
  • My Name?

    My Name?

    Entah kenapa saya dikasih nama ini.

  • In Love With You

    In Love With You

    You brought that somethin'
    Somethin' in my life
    Thats been gone
    Gone for along time

    The need to love and
    To be a love by someone
    And I think gotta choose you to be
    That someone for me

    Never thought that I would feel
    Feel this way about love this
    Cuz you are the best thing in my life
     Oh no..
    And I swear
    I never let you down baby
    That I wanna is
    Just giving you love..
    Love..
    Forever and ever and ever

    Dont know what I suppose to do
    Cant think of anyone else but you
    And know regret Im fillin' you
    Baby Im in love with you

    Everyday we spent together
    Hope we can make it last forever
    And know regret Im fillin' you
    Baby Im in love you

    I've been searching my so far
    Along time
    And now I know
    I know
    I know
    That it is you baby

    And now I feel
    My life so completely
    Cuz boy you are my heart
    And so that I adored

    -Two Triple O-
     
  • Rumah Kentang

    Rumah Kentang

    info dari sini


    PLOT CERITA
    Farah terpaksa kembali dari Melbourne ke Jakarta. Adiknya bernama Rika yang masih SMU sendirian di Jakarta kerena ibunya meninggal. Sampai di Jakarta, Farah menemui dua hal yang membuatnya harus berpikir untuk tidak melanjutkan kuliahnya lagi: menjaga Rika dan keuangan keluarga mereka yang sudah mendekati angka nol Farah sendiri tidak pernah benar-benar tahu masalah keluarganya.

    Semenjak ia lulus SMP, Farah melanjutkan SMA dan kuliah di Melbourne.Ibunya ternyata sudah menjual rumah mereka untuk kehidupan mereka dan biaya pendidikan Farah di Melbourne.

    Mereka terus tinggal di rumah kontrakan yang cukup besar namun sekarang akhirnya menyulitkan karena biaya sewa yang tidak murah. Farah panik. Ini semua terlalu tiba-tiba untuknya. Tapi di surat wasiat ibunya ada berita. Mereka masih memiliki rumah pertama ibu mereka.

    Rumah yang ibunya pikir adalah investasi yang bagus kerena berada di daerah yang mewah. Tapi sampai sekarang, berulang kali rumah itu coba dijual namun tak pernah laku. Karena beritanya adalah bahwa itu rumah kentang...rumah yang penghuninya hantu anak kecil.

    Kerena tidak ada pilihan lain, Farah dan Rika terpaksa pindah. Tak mungkin meneruskan rumah kontrakan yang sekarang. Dengan sisa-sisa uang yang ada, Farah menata ulang rumah itu seadanya. Ia merawat Rika, adik yang tak benar-benar dekat dengannya.

    Rika, anak yang sudah kehilangan kedua orang tuanya menjadi pendiam. Farah merasa sendirian. Namun ia tak benar-benar sendirian. Farah merasa ada yang mengawasinya. Farah mulai terganggu. Rika ketakutan.
    Apa yang akan terjadi kepada Farah dan Rika di rumah itu?
  • I Don't Know

    I Don't Know






    Aku tak tahu apa maksud Tuhan menciptakan aku ke dunia ini
    Aku tak bisa mengerti mengapa semua terjadi seperti ini
    Mengapa takdirku menjadi takdir yang tak aku inginkan
    Mencoba untuk ikhlas namun aku masih tak bisa membuka pikiranku
    Aku buta akan semua ini
    Mengapa waktu berputar?
    Mengapa aku tumbuh?
    Mengapa Tuhan menciptakan aku hanya sementara di dunia ini kalau ada dunia lain yang harus aku singgahi
    Aku tahu dibalik ini semua ada sesuatu yang Tuhan sembunyikan
    Buruk atau baik aku harus mencicipinya
    Mengapa aku tak boleh mengeluh saat aku ingin mengeluh?
    Mereka bilang kita harus tegar namun apa daya bila hati ini menangis
    Aku tak tahu kepada siapa di dunia ini aku harus bersandar
    Saat aku merasa kelam aku tak tahu apa yang harus kulakukan
    Haruskah aku bersandar pada cermin agar aku bisa bersandar pada diriku sendiri?
    Aku tak mengerti ini semua
    I don't know!
  • Smells Like Teen Spirit

    Smells Like Teen Spirit

    Load up on guns, bring your friends
    It's fun to lose and to pretend
    She's overboard and self-assured
    Oh, no, I know a dirty word

    With the lights out, it's less dangerous
    Here we are now, entertain us
    I feel stupid and contagious
    Here we are now, entertain us

     I'm worse at what I do best
    And for this gift I feel blessed
    Our little group (tribe) has always been
    And always will until the end
  • My Own Earth

    My Own Earth


    Ini bumiku
    Tempat terindah yang aku nikmati selama hidupku
    Aku menikmatinya namun makhluk sepertiku merusaknya
    Aku kasihan pada bumi ini
    Dia susah payah menopang semuanya
    Tapi yang menghargainya tak banyak
    Tapi aku
    Selalu berjuang untuk selalu menjaganya
    :)
  • Kejadian Siang Ini Bersama Mantan Ibu Kelas

    Kejadian Siang Ini Bersama Mantan Ibu Kelas

    Bu Guru : (menerangkan)........ya Esti ya.
    Esti : (???) Kenapa jadi ke aku? (bisik-bisik ke Shinta)
    Bu Guru : Esti pendiem kan keliatannya pendiem ya mungkin dirumah pendiem tapi ya ga tau juga ya bisa aja di rumah pendiem disini engga
    Esti : (tunduk malu aduhhhhhh)
    Semua : emmmm iya bu pendiem bangeett-_- (ketawa)

    So? Penting gue posting ini? 
     
  • Hurt

    Hurt

    Kau tak pernah menghargai keberadaan dia sebagai manusia
    Kau malah memperlakukannya sebagai sampah tak berguna
    Padahal dia sangat menghargaimu sebagai seorang ibu
    Walau dia tak lahir dari rahimmu
    Dia selalu tersenyum walau kau menyakitinya
    Sadarkah bahwa dia punya hati sepertimu?
    Hatinya lebih mulia daripada hatimu
    Kau memanfaatkan dia seperti dia adalah orang bodoh tak mengerti apa-apa
    Padahal dia memiliki aku yang mengetahui semua maksudmu
    Semoga Allah membalas
    Amin

    Cc:............
  • Great Expedition :)

    Great Expedition :)


    Banyak tempat yang pernah saya kunjungi tapi wisata menyeramkan ke tempat ini baru pertama kali. Melihat bangunan megah dan bersih tidak menunjukkan bahwa bangunan ini angker tapi perasaan mistik begitu besar saat ada didalam.

    Saya mengunjungi sebuah bangunan yang berada di kota Semarang. Kalian semua pasti sudah banyak yang tau karena bangunan ini juga seringkali disiarkan di televisi. Namanya Lawang Sewu. Dinamakan lawang sewu mungkin karena disini terlalu banyak pintu tapi jumlah pintunya ga nyampe seribu ko, kalo gapercaya itung aja sendiri.

    Saya mengelilingi ruangan-ruangan yang ada disana. Semua ruangan kosong, besar, dan menyeramkan. Saya juga mengunjungi bagian lotengnya yang katanya waktu jaman penjajahan dulu pernah dipake ruangan untuk mengintai musuh dari atas. Disini sering juga ditemukan kelelawar atau burung hantu. Lotengnya cukup besar, bisa lah buat dipake main bola.


    Setelah itu saya berkeliling lagi dan diajak guidenya ke ruang bawah tanah yang jadi maskot lawang sewu ini. Soalnya, katanya bawah sana ada penjara jongkok dan penjara berdiri buat para tahanan jaman itu. Wew, kebayang.. Saya pun memakai sepatu but karena didalam sana tergenang air. Saya pun masuk ditemani senter guide dan teman-teman. Dingin dan gelap. Suasana disini sama seperti gua jepang/belanda di dago pakar tapi disini banjir dan ruangannya lebih sempit.Guide menjelaskan sesuatu yang menyeramkan sambil menunjukkan jalan tapi aku gaterlalu mendengar soalnya ga kedengeran, berisik gara-gara suara air.

    Sampailah saya di penjara jongkok itu. Perjaranya gaberbentuk penjara kaya sekarang tapi cuma petak-petak banyak dan saya tidek mengerti jongkoknya gimana soalnya berdiri juga masih bisa kayanya. Dan disebrangnya ada penjara berdiri yang sempit banget. Guide bilang kalo waktu dulu satu penjara itu dihuni oleh 3-4 orang. Saya melihatnya satu orang aja sempit banget, apalagi 4 orang. Kejam.

    Lumayan asyik berpetualang disana karena begitu keluar dari gedung, teman saya ada yang kesurupan dan ada juga yang kakinya merasa dipegang oleh 'something'. Tapi alhamdullilah berkat bismillah yang sempat saya lantunkan sebelum masuk, saya tidak apapa :)

    Semoga saya dan teman-teman bisa kesana lagi :)
  • All About Evanescence

    All About Evanescence

    read more

    Sejarah
    Evanescence pertama kali didirikan oleh Amy Lee dan mantan gitaris Ben Moody. Mereka berdua berjumpa pada sebuah kamp anak muda di Arkansas, dimana Moody mendengar Lee bermain lagu I'd Do Anything for Love (But I Won't Do That) karangan Meat Loaf pada sebuah piano.
    Kemudian pasangan ini menemukan bahwa mereka sama-sama tertarik terhadap Jimi Hendrix dan Björk. Kemudian mereka bersama-sama menulis lagu (yang pertama adalah "Solitude" oleh Amy Lee, diikuti dengan "Understanding" oleh Ben Moody, "Give Unto Me" oleh Amy Lee. Kemudian lagu keempat yang mereka tulis adalah "My Immortal"). Lagu-lagu ini lalu diubah sedikit secara lirik dan musiknya oleh Ashley Hincher. Oleh karena itu nama keduanya ditemukan pada bagian credit.
    Untuk beberapa saat, mereka tidak dapat menemukan musisi lainnya yang bisa bermain dengan mereka dan tidak memiliki dana untuk membayar asistensi profesional, jadi mereka tidak bisa bermain musik secara live. Namun dua lagu mereka "Understanding" dan "Give Unto Me", bisa masuk tangga musik lokal dan permintaan untuk pertunjukan live mulai meningkat. Setelah grup ini akhirnya bisa berpentas, mereka akhirnya menjadi salah satu pementasan terpopuler di daerah mereka. Mereka berpentas menggunakan beberapa nama termasuk "Childish Intentions" dan "Stricken," sebelum memutuskan untuk menggunakan nama "Evanescence" (yang artinya adalah "berpudar", atau "menguap seperti asap"). Amy pernah berkata bahwa ia menyenangi nama ini karena nama ini misterius dan gelap dan meninggalkan kesan yang mendalam dalam benak seseorang. Oleh karena itu ia menginginkan nama ini.

    Karya-karya Awal
    Album perdana mereka, Origin (dirilis tahun 2000), kurang dikenal oleh masyarakat pecinta musik. Evanescence juga merilis dua EP, yang sekarang sangat dicari-cari para kolektor karena sangat langka: Evanescence EP (1998) dimana ada sekitar 100 eksemplar dan, Sound Asleep EP, yang juga dikenal sebagai Whisper EP (1999), dan terbatas pada 50 eksemplar.
    Tidak aneh, Origin dan kedua EP ini mengandung versi-versi demo dari beberapa lagu yang ada di album perdana mereka. Bahkan, rekaman lagu "My Immortal" juga ditemukan di Fallen selain terdapat di Origin, dikurangi beberapa instrumen pengiring. Namun Amy Lee sendiri menganggap bahwa rekaman ini bukan sebuah album yang sejati namun hanya sebuah kumpulan lagu-lagu demo (di mana beberapa di antara tidak dipentaskan secara baik) yang dikirimkan ke perusahaan-perusahaan musik. Hanya 2.500 eksemplar dari rekaman ini yang pernah dibuat dan dengan ini membatasi availability-nya hanya kepada beberapa yang mujur bisa membelinya pada tahun-tahun awal atau kepada mereka yang bersedia membayar ratusan dolar. Sebagai reaksi, Amy Lee bahkan mendorong para penggemar untuk men-download-nya dari internet pada sebuah wawancara.
    Tidak mengherankan beberapa perusahaan pembajakan menjual rekaman-rekaman bajakan Origin, biasanya sebagai "rilis ulang Rusia" dan pada harga yang tinggi. Oleh karena itu disarankan bahwa para penggemar seyogyanya jangan membuang uang mereka pada sebuah eksemplar Origin karena kemungkinan besar bukan eksemplar asli dan tidak menguntungkan grup ini lagi.

    Fallen
    Album utama pertama mereka "Fallen" sudah mendapatkan penghargaan 6x Platinum, dan berada selama 43 pada Billboard Top 10. Lalu lebih dari 12 juta eksemplar album ini laku terjual.
    Single Evanescence utama yang pertama; "Bring Me to Life" merupakan sebuah dobrakan dunia bagi band ini dan mencapai urutan ke-5 pada Billboard Hot 100 di Amerika Serikat, sementara "My Immortal" yang sama-sama populer mencapai urutan ke-7 di AS. Lalu dimasukkannya lagu-lagu ini dalam soundtrack film Daredevil menolong mereka menjadi populer dan membuat posisi mereka di dunia musik menjadi kokoh.
    Lalu single "Bring Me to Life" juga mendapatkan pengakuan untuk band ini pada Grammy Awards of 2004, dimana band ini diberi penghargaan Grammy Award for Best Hard Rock Performance. Pada waktu yang sama, Evanescence juga diberi penghargaan Grammy Award for Best New Artist.
    Dua single dari album Fallen yang dirilis termasuk "Going Under" dan "Everybody's Fool", yang juga dibuatkan video klip.
    Lalu lagu Breathe No More yang sebelumnya belum dirilis, termasuk pada soundtrack film Elektra yang dirilis tahun 2005.

    Kepergian Ben
    Pada 22 Oktober 2003, Moody secara tiba-tiba meninggalkan band ini, padahal sedang berada di tengah-tengah tur Eropa. Alasannya mula-mula yang dilaporkan karena mereka mengalami "perbedaan secara kreatif." Namun pada sebuah wawancara beberapa bulan kemudian, [1], Amy Lee berkata: "Kami mencapai suatu titik dimana jika tidak sesuatu halpun berubah, kami tidak akan bisa membuat album kedua."
    Setelah saat itu, Amy Lee pernah berkata bahwa kepergiaan Ben hampir bisa dikatakan melegakan karena keberadaannya menciptakan ketegangan dalam band. Terry Balsamo dari band Cold mengganti Moody. Belum lama ini Moody mengaku dalam sebuah wawancara bahwa ia mengidap bipolar disorder, namun meninggalkan terapi narkoba dan alkohol ketika ia sedang terlihat pertikaian dengan Evanescence. Ia juga berkata bahwa lagu yang ditulisnya ketika kepergiannya secara tiba-tiba dan berjudul "10/22", mula-mula ditulisnya untuk menjelek-jelekkan Amy Lee. Namun setelah berintrospeksi Moody membeberkan bahwa ia sebenarnya membicarakan dirinya sendiri dan bukan Lee.

    Anywhere But Home
    Anywhere But Home dirilis pada tahun 2004 pada format DVD/CD. . DVD ini merupakan rekaman dari pertunjukan mereka di Paris beserta beberapa fitur di belakang panggung, seperti penandatanganan CD dan warming up. CD-nya sendiri berisi beberapa lagu yang sebelumnya belum pernah dirilis seperti "Missing", "Breathe No More" (dari film Elektra) dan "Farther Away". Lalu dalam CD ini terdapat pula lagu cover Korn "Thoughtless" yang pernah mereka mainkan pada beberapa pertunjukan live.

    The Chronicles Of Narnia
    Amy Lee diminta untuk menulis sebuah lagu tema untuk versi film tahun 2005 The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe, namun lagunya ditolak oleh para produser karena dianggap "terlalu gelap dan bersifat epos". Lee kala itu berpikir untuk menyesuaikan lagunya, namun akhirnya ia memutuskan bahwa "ia tidak akan pernah berkompromi mengenai karya seninya untuk apapun."
    Lee sudah memberikan sinyal bahwa para penggemar bisa mendengarkan lagu Nanrnia yang tak terpakai ini di masa depan. Pada halaman web EvBoard, papan pesan resmi Evanescence, Amy Lee berkata bahwa tidak ada yang hilang dan bahwa lagu ini merupakan bahan yang menarik untuk album baru mereka.

    The Open Door

    The Open Door adalah album studio kedua oleh Evanescence. Pertama kali dirilis di Polandia pada tanggal 25 September 2006, melalui Wind-up Records dan kemudian di lebih dari 20 negara lain di seluruh dunia. Semula direncanakan dirilis pada Maret 2006, tanggal rilis The Open Door berubah karena stroke gitaris Terry Balsamkeper, hilangnya mantan manajer band dan Will Boyd dan kepergian Ben Moody dari band. Album ini melambangkan awal yang baru untuk band ini, menggabungkan elemen-elemen baru dalam musik lama mereka seperti gothic rock, simfoni rock dan musik pop serta paduan suara di beberapa lagu. Proses menulis untuk album berjangka waktu lebih dari 18 bulan dan sebagian besar lagu itu ditulis oleh Amy Lee dan Terry Balsamo, sedangkan yang diproduksi oleh Dave Fortman. Pada Oktober 2011 mereka telah menjual lebih dari dua juta kopi di Amerika Serikat dan lebih dari enam juta kopi di seluruh dunia.
    "Call Me When You're Sober" dirilis secara digital sebagai single pertama dari album pada 4 September 2006 dan kemudian dirilis sebagai CD pada 27 September. Menduduki posisi 10 di Billboard Hot 100 dan meraih posisi 20 teratas dalam tangga lagu lebih beberapa internasional. "Lithium" dirilis sebagai single kedua pada tanggal 1 Januari 2007 sedangkan "Sweet Sacrifice" dirilis sebagai single internasional ketiga dari album pada tanggal 5 Mei 2007. "Good Enough" dirilis sebagai single keempat dari album namun gagal tercatat di tangga lagu musik.


    EvanescenceEvanescence adalah self-titled album studio ketiga oleh Evanescence. Album ini dirilis pada tanggal 7 Oktober, 2011 oleh Wind-up Records. Band ini memulai proses menulis album pada Juni 2009. Peluncuran album ini diubah beberapa kali; pada 22 Februari 2010, band ini masuk studio dengan produser Steve Lillywhite, tetapi kemudian mereka berhenti rekaman album dengannya karena dia "tidak pas". Selama waktu itu album ini dijadwalkan untuk rilis 2010 Agustus atau September, tapi Lee kemudian mengumumkan bahwa Evanescence telah meninggalkan studio untuk menulis lebih banyak bahan. Pada tanggal 11 April 2011, band kembali ke studio dengan produser baru, Nick Raskulinecz. Menurut Lee, band ini mendapat pengaruh dari Björk, Depeche Mode, Massive Attack, MGMT dan Portishead. Lagu di Evanescence mengandung unsur gothic rock, nu-metal dan hard rock serta elemen elektro baru. Setelah dirilis, album menerima tanggapan positif dari kritikus musik yang umumnya memuji unsur musik baru dalam suara lagu dan vokal Lee. Namun, beberapa dari mereka mengkritiknya mirip dengan materi band yang lebih tua. Single pertama dari album, "What You Want", dirilis pada tanggal 9 Agustus 2011. "My Heart Is Broken", single kedua dari album, dirilis pada tanggal 11 November 2011. "Lost in Paradise" dirilis secara internasional pada 25 Mei 2012. "The Other Side" resmi dirilis di U.S. Alternative and Modern Rock Radio pada tanggal 11 Juni 2012. Kemudian selama sesi dengan Nick Raskulincecz, Lee berbicara tentang tema album, "Saya mendapatkan inspirasi oleh alam. Laut adalah temanya.. Kehancuran juga dijadikan tema album, tanpa harus menawarkan solusi." Dia menambahkan bahwa band ini menggunakan banyak instrumen baru seperti harpa, synthesizer dan keyboard klasik. Sebuah remix dari Renholdër "Made of Stone" muncul di soundtrack dan di penutup film Underworld :Awakening dan remix Photek dari "A New Way To Bleed" disertakan pada soundtrack The Avengers, Avengers Assemble: Music from and Inspired by the Motion Picture.

    Kontroversi Kekristenan
    Pada awalnya Evanescence dianggap sebagai bagian dari Christian rock dan bahkan album mereka dijual di toko-toko Kristen. Anggapan ini muncul karena dalam lagu "Tourniquet" terdapat lirik,"Will I be denied Christ, tourniquet, my suicide." Lagu ini sebenarnya bukan karya Amy Lee maupun Ben Moody, karena lagu tersebut ditulis oleh Rocky Gray (mantan drummer Evanescence) untuk band-nya, Soul Embraced, sebelum memutuskan untuk berpisah dengan Soul Embraced dan bergabung dengan Evanescence. Namun para anggota band ini sudah menyatakan bahwa mereka tidak mau dianggap sebagai sebuah grup Christian rock, apalagi setelah Moody memaki-maki pada sebuah wawancara. Tidak lama kemudian toko-toko Kristen menghilangkan album-album mereka dari rak-rak mereka. Setelah itu Amy Lee menyatakan bahwa mereka BUKAN sebuah grup Kristen dan akan menghargai apabila gosip ini akan berhenti.

    Persamaan
    Band ini seringkali disamakan dengan band nu-metal seperti Linkin Park, P.O.D. dan Papa Roach, namun banyak penggemar yang menolak karena persamaan ini kurang tepat karena hanya berdasarkan lagu "Bring Me to Life" saja, yang juga menampilkan vokalis 12 Stones; Paul McCoy yang bermain musik bergaya rap pada beberapa bagian pendek lagu ini. Namun hal ini tidaklah representatif bagi kebanyakan lagu-lagu mereka, baik di album Fallen maupun karya-karya mereka yang lebih awal. Evanescence juga disamakan dengan band-band seperti In Winter, Lacuna Coil, Nightwish, dan Within Temptation, yang semuanya memakai vokalis wanita dan tema-tema lirik yang gelap, namun band-band terakhir ini biasa dianggap symphonic metal/gothic metal dan bukan rock.
    Pada saat pementasan secara live, Evanescence seringkali memainkan lagu-lagu cover dari band-band semasa seperti A Perfect Circle, The Offspring, Garbage, Metallica, dan Korn. Mereka juga pernah mementaskan lagu-lagu grup rock alternatif yang sudah dibubarkan seperti Soundgarden dan The Smashing Pumpkins.





  • I need...

    I need...

    Maybe I need a fairy
    who can grant my  request
    and be my friend when I'm alone
    A beautiful and funny fairy
    when I fell so bad, she comes and gives me a smile
    when i fell so happy, she comes and looks happiest
    not big, just a little fairy is enough
    I'm so happy surely. because just me a child who have fairy
    Im a child who realize that imagination
    Oh really i want her
    is there among those who hear me? i hope ya :)



  • Diberdayakan oleh Blogger.

    GET A FREE QUOTE NOW

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

    ADDRESS

    Bandung City, Indonesia

    EMAIL

    edestikarani@gmail.com

    MOBILE

    +62 859 5006 9490

    LINE

    estides