Esti Destikarani

I am an Architect

Esti Destikarani

Only a place for express all thoughts into a set of indefinite letters. Hoping to be useful, but being self complacent is very meaningful for me. Thank you, to spend a few minutes just to open this site. Hopefully there's no regret and keep the "kepo" grows to read more articles or sharing stories that I've posted. Its an honor for me if you leave a trail by commenting below the posts. Happy reading and enjoy, Esti.

  • Bandung City
  • +62853-1455-5953
  • edestikarani@gmail.com
  • www.wap-jett.blogspot.co.id
Me

My Professional Skills

I am very good at making dreams but still not ready to wake up and achieve everything I have dreamed of. My time is always used to think about everything. Deeply imagining something satisfying. Because I think everything starts as a dream, but unfortunately its requires ACTION to become true.

AutoCad 80%
SketchUp 90%
Vray for Sketchup 80%
Adobe Illustrator 85%
Adobe Photoshop 85%
Corel Draw 90%
Microsoft Office 90%

Tentang Arsitektur

Kesoktahuan diri ini yang hanya ingin bercakap-cakap tentang arsitektur walaupun ilmunya belum ada apa-apanya. Sharing aja gimanah?

Tentang Travelling

Ah, ini sih cuman konten jalan-jalan biasa. Doain ya, semoga bisa "travelling beneran". Pasti di post deh :)

Curhat Session

Blog ini isinya 1% ilmu, 99% curhat. Jadi buat apa kalian datang haha. Gak deng bercanda. Terimakasih telah berkunjung, luv luv :*

Tentang Portofolio

Berusaha menjadi wanita yang produktif. Cobalah lihat keproduktifan diri ini. Semoga menghibur :')

Hanya Cerita Lampau

Bangsa yang hebat adalah bangsa yang tidak meninggalkan sejarahnya. Begitupun kita sebagai manusia. Apadah wkwk

Artikel Bermanfaat

Nah yang ini semoga beneran bermanfaat ya.

0
Proyek Desain
0
design award
0
facebook like
0
current projects
  • Perbedaan Mahasiswa Lulusan SMK dan SMA di Kelas Arsitektur

    Perbedaan Mahasiswa Lulusan SMK dan SMA di Kelas Arsitektur

    Selamat malam temen-temen semua. Malem ini ada topik menarik dan rasanya perlu diposting di sini buat nambah-nambah ocehan yang mungkin tidak terlalu penting bagi kalian tapi seru kalo dibahas hahaha. Biarin aku ngoceh sendiri aja ;) 

    Latar belakang kenapa topik ini diambil mungkin gara-gara obrolan singkat antara anak SMA versus anak SMK di salah satu minimarket di daerah Bandung atas barusan yang lagi ngobrol seputar tugas dan mapres. Hmmm.. gimana ya kira-kira obrolan pastinya? Intinya gaada yang kalah ataupun yang menang. Baik lulusan SMK, maupun SMA semua adalah mahasiswa yang dapat diunggulkan. Mereka punya cara berpikir masing-masing yang membuat mereka menjadi berbeda. Apa sih itu? 

    Jurusan SMK yang dimaksud disini yaitu SMK jurusan TGB atau Teknik Gambar Bangunan ya guys karena rata-rata mahasiswa yang duduk di kelas arsitektur hampir 50%nya dari smk TGB. 

    1. Mahasiswa lulusan SMK adalah mahasiswa logis dan handal mengoprasikan software arsitektural (sketchup, 3dmax, autocad, dsb). Wajar, karena mereka sudah punya pengalaman banyak dibidangnya selama 3 tahun belajar di smk. Logis dalam artian mereka mampu memperkirakan bagaimana struktur yang baik untuk sebuah desain bangunan dan mengkalkulasi secara kasar biaya yang dibutuhkan untuk membangun sebuah bangunan. 

    Sedangkan mahasiswa lulusan SMA adalah mahasiswa yang memiliki kreatifitas yang lumayan baik walaupun mereka belum mampu memperkirakan bagaimana sistem struktur maupun anggaran biaya yang dibutuhkan karena mereka belum memiliki dasar dibidangnya. Pada awal-awal perkuliahan mereka agak kalut dengan berbagai macam software yang harus dikuasai dalam jangka waktu yang relatif pendek, namun semakin bertambahnya tugas, mereka semakin mahir mengoperasikan software-software arsitektural tersebut.

    2. Mahasiswa lulusan SMK memiliki pengalaman lebih banyak di lapangan daripada lulusan SMA. Mereka tau bagaimana pekerjaan arsitek dilapangan yang sebenarnya. Hal tersebut wajar karena mereka sudah pernah terjun langsung ke lapangan saat PKL di smknya. Meskipun bukan menjadi seorang arsitek, namun mereka semua diperintah oleh seorang arsitek. 

    Sedangkan mahasiswa lulusan SMA tidak memiliki pengalaman tersebut. Mereka menganggap bahwa arsitek adalah apa yang ada di kepalanya. Mereka ingin menjadi seorang arsitek yang dikhayalkannya. Fokus mereka adalah arsitek adalah seorang perancang, konseptor, tanpa perlu mengasah pengetahuan mereka soal matrial bahan bangunan, rab, ataupun DED, padahal langkah dasar untuk menjadi arsitek adalah menguasai hal-hal tersebut.

    3. Mahasiswa lulusan SMK menjunjung tinggi mata kuliah perancangan dan struktur konstruksi dan cenderung mengabaikan mata kuliah dasar umum yang juga sebenarnya mempengaruhi nilai IPK

    Mahasiswa lulusan SMA berusahan sekuat tenaga menguasai mata kuliah perancangan dan struktur konstruksi dengan mencari dan memahami berbagai sumber ilmu tanpa mengabaikan mata kuliah dasar umum seperti matematika dasar, bahasa indonesia, pendidikan sosial dan budaya, dll. Bagi mereka mata kuliah ini adalah mata kuliah nostalgia.

    4. Mahasiswa lulusan SMK memiliki tarikan garis yang bagus pada gambar manual. Mereka cenderung memiliki tarikan garis yang rapi dan terlihat jelas tebal tipisnya garis. Hal itu telah mereka kuasai sejak di bangku smk

    Mahasiswa lulusan SMA perlu mencontek bagaimana cara mahasiswa lulusan SMK membuat garis. Mereka perlu waktu yang relatif panjang untuk bisa menyaingi tugas gambar manual anak SMK. 

    5. Mahasiswa lulusan SMK adalah mahasiswa aktif yang selalu unggul, terdepan di kelas sedangkan mahasiswa lulusan SMA adalah mahasiswa kreatif yang selalu berusaha mengasah kreatifitas dan pengetahuan mereka dan menguasai banyak hal tentang teori-teori dalam arsitektur.

    Pada dasarnya mahasiswa lulusan SMK maupun SMA keduanya memiliki kelebihan dalam individu masing-masing. Dan setiap individunya adalah bibit-bibit unggul yang kelak akan menjadi manusia-manusia pemimpin yang memajukan bangsa. 

    Yaaa itu lah kira-kira perbedaanya. Mungkin masih banyak lagi perbedaan-perbedaan yang belum disebut dan tulisan ini hanya hasil dari memperhatikan teman-teman kelas selama 5 semester :D

    Sekian dan terima kasihhh 

  • Arshitektur

    Arshitektur

    Bicara soal ini rasanya kembali mengingat beberapa langkah kebelakang. Saat berdoa sujud-sujud meminta pengabulan do'a pada Yang Maha Kuasa. Rasanya salah kalau harus menggerutu terus menerus mengeluhkan betapa pentingnya waktu tidur bagi kesehatan seorang wanita. Intinya saya bukan men'tuhan'kan tugas, hanya saja saya mempersembahkan ini semua untuk Tuhan.


    Sejujurnya saya pun lelah, jenuh, bukan hanya soal tugas tapi dengan keadaan. Tapi kata Pak Ahmad Djuhara di videonya yang saya dengar dari laptop seorang teman yang beberapa jam lalu diputar berkata, "Saya lebih senang mendengar ada mahasiswa yang berkata pada saya, 'Pak saya ingin jadi arsitek' daripada seorang yang pintar dikelasnya, yang selalu mendapat nilai sempurna". Rasanya hati ini tergerak kembali.

    Hm...
    02.56..
    Tidak begitu banyak suara kokokan ayam dan gaungan anjing seperti waktu itu. Kadang membuat bulu kuduk merinding menghayalkan tiba-tiba ada...., ah sudahlah tidak usah dilanjutkan, ini malam Jum'at, bukan malam, tapi hampir subuh.

    Dan ini pun hanya selingan dari deadline-deadline yang lebih menyeramkan dibandingkan malam Jum'at. Semangat ya kalian yang sudah terlelap :')


  • Sudah itu mati?

    Sudah itu mati?

    “Suatu saat, mencintai adalah memutar hari tanpa orang yang kau cintai. Sebab, dengan atau tanpa seseorang yang kamu kasihi, hidup harus tetap dijalani.”

    Karena setelah hari itu aku sadar, bahwa mencintai seseorang bukan pada jalurnya akan membawamu pada kesesatan semata. Biarkan elang itu lepas mencari mangsa.  Biarlah dia terbang semaunya. Karena Dia tahu, elang mana yang terbaik untukku dan aku disini akan berusaha menjadi yang terbaik untuk dia yang Dia persiapkan...

    Panorama, 3 Oktober 2016
    Pawang Elang



  • Cara Menghilangkan Pikiran Negatif

    Cara Menghilangkan Pikiran Negatif

    Pikiran negatif  terkadang muncul kapan saja. Dalam Islam hal ini disebut dengan suuzon dan tentunya Allah melarang kita untuk berprilaku suuzon. Walaupun memang pastinya akan ada selalu pikiran negatif yang muncul dari otak seseorang kepada orang lain/kejadian yang akan terjadi/sudah terjadi, minimal sekali dalam hidupnya. Sebenernya apa sih yang dapat menimbulkan pemikiran negatif ini? 

    Menurut sebagian orang, munculnya pikiran negatif adalah karena:

    1. Adanya ketidaksukaan kepada orang/kelompok tertentu yang mengakibatkan munculnya pikiran buruk terhadap orang/kelompok tersebut sehingga rasa kesal dan kebencian dapat memenuhi pikiran dan hati.

    2. Adanya berita/kabar yang disampaikan orang lain kepada kita yang menceritakan aib, kekurangan, keburukan suatu individu/kelompok sehingga kita terpengaruh pada cerita tersebut padahal hal itu belum tentu benar adanya.

    3. Timbul rasa rendah diri atau minder yang diderita oleh seseorang karena melihat kemampuan orang lain yang lebih pandai/kaya/cerdas/cantik/tampan dll sehingga orang tersebut merasa dirinya tidak memiliki kemampuan apa-apa dibandingkan orang lain. Minder adalah rasa iri yang muncul dalam benak seseorang karena ketidakmampuan dirinya menjadi seperti orang lain.

    dan masih banyak lagi penyebab yang dapat menimbulkan pemikiran negatif. 


    Jadi, bagaimana sih supaya pikiran negatif itu bisa hilang?
    Pikiran negatif akan terus datang jika kita terus memeliharanya. Jangan habiskan waktumu hanya dengan memikirkan sesuatu yang dapat membawa pengaruh buruk terhadap dirimu sendiri. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

    1. Jika kita merasa tidak suka dengan sikap seseorang, pilihannya ada 2, katakan atau tinggalkan. Memang agak sulit untuk mengungkapkan kekesalan kita terlebih kalau kita adalah orang yang menjaga hati orang lain. Namun jika mengatakan langsung adalah hal terbaik, katakanlah bahwa perbuatannya kurang baik dengan bahasa yang lembut agar hatinya tidak terluka. Jika tidak sanggup melakukannya, maka menjauhlah dari jangkauannya. Menghindar adalah cara untuk meminimalisir pemikiran negatif terhadap orang yang tidak kita sukai.

    2. Pikirkanlah kebaikan. Dari 10 kejadian yang baik ditambah dengan 1 kejadian yang buruk biasanya sifat manusia adalah lebih mudah mengingat yang buruk. Hal tersebut pasti akan menimbulkan pikiran negatif. Ingatlah bahwa perbandingan kebaikan dan keburukan adalah 10 : 1. Tak ada manusia yang sempurna, bahkan Nabi pun pernah berbuat salah lalu kemudian beliau bertaubat. Maafkanlah. Padanglah sisi baiknya. Ikhlas menerima itu sesuatu yang luar biasa berpahala.

    3. Hindari Ghibah dan semacamnya. Manusia adalah makhluk yang dikaruniai mulut namun tak sedikit yang menggunakan mulutnya untuk perbuatan maksiat seperti ghibah. Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain. Jangan sampai kita terpengaruh pada perkataan orang-orang yang senang berghibah apalagi sampai menyebarluaskan keburukannya lagi pada orang lain. Jika kita terpengaruh pada keburukan yang disampaikan oleh pelaku ghibah, pemikiran negatif pasti akan muncul. Oleh karenanya janganlah kamu dekati ghibah.

    4. Persibuk diri dengan memikirkan hal lain yang lebih berguna dan bermanfaat untuk pengembangan diri. Mempersibuk diri dengan belajar dan berlatih hal yang berkaitan dengan hobi atau profesi adalah satu cara efektif agar terhindar dari pikiran negatif. Mempersibuk diri akan meningkatkan produktifitas dan kemampuan diri sehingga kepercayaan diri akan bertambah.

    5. Mengingat Allah. Sejauh apapun kita pergi, Dia adalah tempat kembali. Sangkutkan segala hal pada-Nya maka kamu akan memperoleh ketenangan. Terkadang satu-satunya jalan adalah dengan bercerita, melampiaskan segalanya, dan menangis sekerasnya. Lakukan lah hal itu dihadapan Tuhanmu. Mengingat Allah dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti beribadah, mendengarkan murotal, mengaji, mengucap istigfar, dll. 

    Sumber: Pengalaman pribadi (kalau kamu punya solusi yang lebih manjur lakukan saja. Cara di atas mungkin terbilang relatif :D)
  • Hai!

    Hai!

    Hai
    Selamat ulang tahun
    Selamat menjalani hari dengan lebih bijak
    Semoga hari-harimu ke depan adalah semua yang sempat terlintas dalam benakmu
    Yang sempat kamu cita-citakan
    Dan pernah kamu keluhkan padaku

    Perjalanan ini masih panjang
    Banyak yang perlu kau perjuangkan
    Jangan pernah merasa lelah
    Jangan pula merasa takut

    Lihatlah selalu para pendahulumu yang kau kagumi
    Mereka adalah penyemangatmu
    Mereka adalah apa yang kamu inginkan kelak
    dan aku adalah salah satu pendukung setiamu

    Sekali lagi,
    selamat bertambah usia



  • Butuh lagi, acara kaya gini nih

    Butuh lagi, acara kaya gini nih

    Lagi-lagi di malam hari, di jam yang sama di postingan sebelumnya, acara yang sangat bergengsi dan tentunya banyak dihadiri manusia-manusia yang memiliki pengaruh di Indonesia. Mereka adalah orang-orang dengan jiwa kreatif yang bukan hanya memikirkan tapi juga menciptakan sebuah karya. Mereka adalah panutan banyak orang, termasuk saya.

    Malam itu, meskipun angin dingin terus-menerus menabraki dirinya menuju wajah, tangan dan kaki, seolah kami menantang arus mereka, dengan terus melihat jam pada layar ponsel karena takut terlambat dalam acara yang paling ditunggu-tunggu makhluk 'perusak' seantero nusantara, kami tidak merasa terusik sedikitpun. Dia tetap konsisten mengendarai sepeda motornya, dan saya tetap konsisten melihat layar ponsel. Entah apa yang ada dibenak kami, sungguh, ini adalah ke-sekian kalinya menghadiri acara dengan bintang tamu walikota sendiri. Walikota yang katanya super sibuk namun menghasilkan tingkat kebahagiaan di kota ini naik katanya.  

    Lokasinya cukup jauh, berada di utara kota. Tempat yang memang sudah biasa dijadikan pameran, seminar, workshop, dll. Disertai instalasi-instalasi menakjubkan yang membuat kamera perlu bekerja penuh di malam itu. Kami menghadiri sebuah pameran besar dengan karya-karya dari setiap kampus terkemuka di Indonesia. Karya terbaik yang bernilai estetis tinggi. 

    Dia yang ditunggu-tunggu pun datang dengan ajudannya. Sosok yang gagah berkharisma dan ramah ini menyampaikan pidatonya yang disisipi dengan candaan khas sehingga membuat kami tertawa. Dia menyampaikan banyak hal tentang profesinya. Dia lah Ridwan Kamil. Tak lama, ia harus pergi lagi untuk menghadiri rapat bersama kepala desa. 

    Setelah pidato pembukaan itu berakhir, seluruh peserta yang hadir akhirnya diperbolehkan masuk ke ruang pameran. Kami dan semua teman-teman yang hadir bersama-sama mengapresiasi karya yang dipajang dengan berbagai konsep menarik dan unik. Bersama orang-orang hebat yang saat itu wajahnya dapat dilihat dalam jarak yang sangat dekat. Luar biasa.

    Kami akhirnya sampai pada karya terakhir yang penuh perjuangan untuk bisa melihatnya karena antrian panjang para peserta yang hadir. Sungguh ini adalah pengalaman yang luar biasa. Entah kapan almamater ini dapat membuat sebuah acara yang sebegini besarnya. Akhirnya kami beserta teman-teman yang lain duduk di sebuah amphiteater sambil menyantap makanan ringan yang disediakan. Menikmati malam yang dingin, diselimuti instalasi bambu, dengan latar gelak tawa dan ceria, membuat suasana saat itu terasa hidup. 

    Tiba-tiba seorang dengan tubuh tinggi, rambut yang agak ikal rapi, dan wajahnya yang cantik mengenakan pakaian tradisional sunda menghampiri kami dan memberikan jabatan tangan. Dia adalah seorang yang terkenal sebagai principal sebuah konsultan. Dia juga sering ditawari menjadi moderator dalam acara-acara besar yang bergengsi. Beliau adalah Sarah Ginting. Sosok wanita yang menginspirasi kami dengan perkataanya malam itu yang membawa semangat. Beliau tetap ramah, bukan hanya kepada rekan seprofesinya saja, melainkan kepada kami, para bocah-bocah yang belum tahu apa-apa soal dunia kami. That was so amazing..

    Ya, acara itu membuatku sadar akan satu hal.
    Arsitektur itu menyenangkan.

    Bandung, 2 September
    Pameran Arsitektur Indonesialand 2016
    Selasar Sunaryo Art & Space







  • Malem-malem disuruh sharing

    Malem-malem disuruh sharing

    Jujur, sebenernya agak setengah-setengah, mungkin karena cuaca sudah mulai tidak bersahabat. Hari itu adzan magrib sudah mulai menggelorai panorama. Sayangnya suara itu tersamarkan dengan ricuhnya bunyi hujan yang jatuh di atas kanopi rumah. Dia sudah datang menjemput sebelum hujan membesar. Acara pun akan dimulai satu jam lagi. Bukan lokasi yang dekat sehingga kami harus pergi lebih awal. Namun dengan kondisi seperti ini kami mengurungkan niat untuk bergegas pergi. 

    Saat itu aku harus membatalkan puasa bayar hutangku. Akhirnya kami memutuskan untuk berjalan menyebrangi jalan dan memesan sepiring makanan di sebuah warung langganan. Tak lama, teman kamipun datang. Kami memang janji untuk pergi bersama-sama, sebelum adzan magrib berkumandang. Sekali lagi, ini karena kuasa Tuhan. Kami tak bisa apa-apa.

    Hingga akhirnya hujan pun reda berbarengan dengan habisnya santapan di piring-piring. Kami pun sholat terlebih dahulu sebelum berangkat menuju lokasi. Ini adalah kali pertama saya mengikuti acara sharing bersama mereka-mereka yang sudah memiliki pengalaman lebih ketimbang kami, yang hanya mahasiswa semester V, yang hobinya main, nonton, dan so-so-an baca buku namun tidak pernah berhasil menyimpan ilmunya dalam waktu lama. 

    Sempat terbesit pertanyaan tentang acara itu. Mungkin karena pengaruh kata "sharing" yang tertulis dalam pamfletnya. Satu kata yang membawa pengaruh dan menimbulkan tanya seperti apa yang akan mereka sampaikan, apakah saya perlu melontarkan pertanyaan, bagaimana bila saya tiba-tiba mengantuk saat mereka membawakan materi. Hal-hal kecil yang cenderung tidak penting itu sempat melintas di pikiran ini.

    GPS pun akhirnya menampilkan titik terakhir, tandanya kami sudah sampai di lokasi. Gelap, sepi,  kosong, seperti tempat kejadian perkara kasus kriminal. Sebenarnya tempat apa ini. Berada di ujung jalan yang tidak pernah dilalui pengunjung. Tidak ada tanda-tanda peserta lain yang datang kesini. Satpampun akhirnya menjadi objek satu-satunya yang dapat kami percaya, dengan memberikannya alamat, ia pun menunjukkan lokasi gedungnya. Ternyata lokasinya ada dibalik gedung yang gelap itu. Sebaliknya, gedung ini penuh kehangatan, ramai, nyaman, dan terang. Sungguh dua hal kontras yang membuatku heran kenapa mereka mesti memilih lokasi ini.

    Kami menyusuri anak-anak tangga hingga sampailah kami di lantai 3. Ruangan itu bukanlah ruangan besar yang cukup untuk menampung banyak peserta, bahkan sebagian yang hadir terpaksa berdiri karena kurangnya kursi. Mungkin sebaiknya acara ini lebih baik dibuat lesehan saja dari pada menjadi orang yang harus menyaksikan acara kurang lebih tiga jam dengan berdiri, bilur hati merambah...

    Acara kemudian dibuka dengan MC yang 'kece abis'. Bukan hanya MC tapi semua yang menghadiri acara ini rata-rata memiliki penampilan yang baik. Mereka terlihat terawat, mengikuti perkembangan zaman, dan yang pasti berduit. Itu hal yang wajar karena sebagian besar yang hadir adalah mereka yang sudah memilki karir cemerlang di bidangnya.

    Akhirnya dua orang pemateri dari dua buah konsultan pun telah selesai memaparkan portofolio super mereka yang salahsatunya disertakan dengan animasi yang sejak dulu saya sangat ingin membuat animasi seperti itu. Semua seolah nyata dengan bantuan aplikasi digital. Semua nampak indah dan wah. Karya-karya mereka yang istilahnya dikerjakan dalam waktu seminggu, mungkin dapat saya kerjakan dalam waktu 6 bulan. Mereka hebat dan memang mereka ahli dalam hal itu. Mereka mengerjakan sesuatu yang menjadi passion mereka dan sesuatu itu menjadi keuntungan materil bagi mereka. 

    Runtutan hasil-hasil desain di berbagai tempat dengan berbagai sudut pandang yang memberikan inspirasi bagi jiwa-jiwa pengumpul materi. Indah dipandang, seolah ingin setiap tugas menjadi sesempurna yang ditampilkan di layar. Semoga. Entah kapan tapi akan selalu percaya. 

    Acara ini ditutup dengan pertanyaan-pertanyaan dari beberapa peserta, hingga akhirnya kantukpun tidak terasa...

    Terimakasi ia.b (Inisiatif Arsitek Bandung)
    Acara gratis yang menguntungkan ini perlu hadir sesering mungkin untuk kalangan kami yang masih buta tentang masa depan. 





  • Patrakomala, Apartment and Retail

    Patrakomala, Apartment and Retail

    Tugas kemarin. Nama apartemennya emang Indonesia banget, tapi berharap dengan nama ini jadi keberuntungan buat huruf yang keluar di SINO dan anak upi pasti degdegan buka website ini. Alhamdulillah, hasilnya diluar dugaan :D

    Terimakasih Bu Tutin yang telah memberikan banyak dorongan dan semangat untuk tetap menyadari diri sendiri bahwa siapa saya dan teman2 lain sebenarnya, karena bisa duduk di bangku studio perancangan arsitektur yang tanpa terasa sudah melewati angka 3 ini adalah suatu kebanggan tentunya. Jika melihat proses tentu akan menjadi sebuah cerita panjang yang sangat melelahkan, karena ini konsekuensi untuk hidup dalam dunia arsitektur.

    Terimakasih juga kepada Bu Nitih yang telah dengan sabar dan gigih membimbing kami, walau setiap kali tatap muka yang saya dapatkan hanyalah perintah untuk revisi dan mempertimbangkan kembali desain yang saya buat. Entahlah, kenapa sepertinya desain itu tidak pernah sempurna, tapi dengan arahan yang beliau berikan, saya selalu termotivasi untuk bersungguh-sungguh menyelesaikan tugas ini.







    dan yg ini belum rampung wkwk
    Itu baru 45% dari total gambar kerja yang dibuat, sisanya biarlah menjadi draft pribadi :D. Semoga apa-apa yg sudah saya kerjakan sampai saat ini menjadi sebuah pondasi dasar untuk pekerjaan saya di masa depan nanti. Karena perjalanan belum sampai pada tujuan dan entah kapan akan bisa sampai, karena intinya selalu ada keinginan untuk terus mencapai puncak, puncak diantara puncak-puncak. Mohon doanya dari yang baca yaaah hehe, aamiin. 

    See you on next post.
  • Cam House, Industrial Home Gallery

    Cam House, Industrial Home Gallery

    Alhamdulillah, tugas Teknik Komunikasi Arsitekturalnya selesai. Dari mulai mencari klien, mewawancarainya, sampai merancang sebuah hunian yang klien inginkan sudah beres dan bisa jadi tambahan buat portofolio juga nih.

    Tugas ini diberikan dengan tujuan untuk melatih cara komunikasi baik secara verbal maupun visual karena pada dasarnya seorang arsitek adalah makhluk yang tidak pernah lepas dari hubungan sosial antar sesama manusia dan lingkungan juga makhluk visual yang harus pandai dalam mempresentasikan hasil desainnya agar dapat dimengerti terutama oleh klien kita sendiri.

    Tema Hunian : Industrial Modern
    Luas tanah : 150 m2
    Luas bangunan : 81 m2
    Klien : Radita Adhitya Ludira
    Arsitek : Esti Destikarani
    Software: Auto CAD, Sketchup + Vray, Coreldraw, Photoshop


    Lembar Komunikasi Verbal
    Lembar Komunikasi Visual


    Tugas ini sebenernya ngelatih kita untuk berakting layaknya seorang arsitek betulan. Yahaha, walaupun untuk sampai kesana prosesnya masih panjang, tapi begitu banyak pengalaman berharga dan perjuangan mati-matian yang gabisa dibayar sama apapun,.

    But I love this, much :D


  • Assalamu'alaikum wr. wb

    Udah lama ga menengok blogger ini. Saat yang tepat juga buat bercerita karena banyak banget, banget, ba-nget sesuatu yang mesti kalian tau. Mungkin itu bakal aku ceritain di novel perdana aku yang nanti bakal launching ya doain aja semoga bukan sekedar angan semata. Sekarang cuma pengen curhat aja dikit. 

    Jadi gini, saat ini, kalo Tuhan bisa mengabulkan permintaan layaknya karakter Jinny di film Aladdin, satu hal yang aku minta adalah tolong berikan aku waktu. Iya, waktu. Waktu yang panjang, waktu yang bermanfaat, waktu yang dapat diulang, waktu yang benar-benar aku manfaatkan dengan baik. Mungkin emang aku kurang bersyukur orangnya teh :(

    Karena setiap hal yang aku kerjakan pasti memiliki batas waktu, dan diantara itu selalu muncul penghambat. Apapun itu, yang menghambat tujuanku. Seperti saat ini..

    Ya Alloh aku harus nugas dulu, Jumat ada deadline dan masih banyak yg belum dikerjain.
    Dilanjut nanti ah wkwk
  • Panti Jompo

    Panti Jompo

    Alhamdulillah, tugas besar I, perancangan panti jompo selesai. Walaupun masih banyak yang belum tersampaikan dan terslesaikan dalam desain ini hahahaha 
    Groundplan

    Tampak Site
    Perspektif


    Perspektif Hunian

    Konsep Perancangan (1)

    Konsep Perancangan (2)

    Konsep Perancangan (3)

  • Teman, bila aku menjauh biarkan saja 
    Aku hanya butuh waktu untuk berpikir
    dan memutuskan alur kehidupanku
    Apa yang pernah membuatku bahagia tak akan pernah ku tinggalkan

    Bila telah usai, aku akan kembali
    Mungkin dengan sosok yang sama
    atau mungkin juga berbeda
  • Bila memang takdir, aku tak perlu cemas. Aku yakin.
  • Diberdayakan oleh Blogger.

    GET A FREE QUOTE NOW

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

    ADDRESS

    Bandung City, Indonesia

    EMAIL

    edestikarani@gmail.com

    MOBILE

    +62 859 5006 9490

    LINE

    estides